About

Pages

KULTUM HARIAN

Di laksanakan sebelum memulai perkuliahan jam pertama

KULTUM MINGGUAN

Di laksanakan hari Juma't pukul 06.30 di ruang Audit STIKES Pemkab Jombang

KANTIN KARE

Kajian Rutin Kamis Sore

BULETIN DAKWAH "INSPIRE NS"

Diterbitkan pada minggu kedua dan ketiga setiap bulan

Training ke Islaman

Di selenggarakan pada saat penerimaan mahasiswa baru

Kamis, 27 Desember 2012

CARA RASULULLAH DALAM MENJAGA KESEHATAN


1. Selalu bangun sebelum subuh


Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh untuk melaksanakan sholat sunah dan sholat Subuh secara berjamaah.
Hal ini memberi hikmah yang mendalam antaranya mendapat limpahan pahala, kesegaran udara subuh yang baik serta memperkuat pikiran.

2. Sering menjaga kebersihan

Rasulullah SAW selalu bersih dan rapi. Setiap Kamis atau Jumat, Beliau mencuci rambut halus di pipi, memotong kuku, bersikat dan memakai parfum.
“Mandi pada hari Jumat adalah sangat dituntut untuk setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan pemakai harum-haruman. “(HR. Muslim)

3. Makan sekadar yang perlu

Sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Kami adalah satu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih)
Dalam tubuh manusia ada tiga ruang untuk tiga benda: Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.
Bahkan ada satu pendidikan khusus untuk umat Islam yaitu dengan berpuasa pada Ramadan untuk menyeimbangkan kesehatan selain Nabi selalu berpuasa sunat.

4. Gemar berjalan kaki

Rasulullah SAW berjalan kaki ke masjid, pasar, medan jihad dan mengunjungi rumah sahabat. Bila berjalan kaki, keringat pasti mengalir, pori terbuka dan peredaran darah berjalan lancar.
Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Dibandingkan kita sekarang yang lebih nyaman menaiki kendaraan. Kalau mau meletakkan kendaraan, harus parkir persis di depan tempat yang ingin kita pergi. Maksudnya tidaklah seandainya tujuan yang kita pergi itu jauhnya 30 kilometer harus berjalan kaki, cuma jika tempat “parkir” mobil agak jauh sedikit dari tempat yang dituju, ambillah peluang ini untuk “berolahraga”.

5. Tidak pemarah

Nasihat Rasulullah ‘jangan marah’ diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasad, tetapi lebih kepada kebersihan jiwa.
Ada terapi yang tepat untuk menahan perasaan marah yaitu dengan mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka harus kita duduk dan ketika sedang duduk, maka harus berbaring.
Karena marah itu dari setan dan setan itu asalnya dari api, maka segeralah mengambil wudhu dan shalat dua rakaat untuk mendapatkan ketenangan serta menghilangkan kegelisahan di hati.

6. Optimis dan tidak berputus asa

Sikap optimis memberikan efek emosional yang mendalam bagi kelapangan jiwa selain harus banyakkan sabar, istiqamah, bekerja keras serta tawakal kepada Allah SWT.

7. Tidak pernah iri hati

Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, semestinya kita harus menjauhi dari sifat iri hati. “Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah.”

8. Pemaaf

Pemaaf adalah sifat yang sangat dituntut untuk mendapatkan ketentraman hati dan jiwa. Memaafkan orang lain membebaskan diri kita dari dibelenggu api kemarahan.
Jika kita marah, maka marah itu melekat pada hati. Justru, jadilah seorang yang pemaaf karena yang pasti badan sehat.

Firman Allah : 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (Surat Al-Ahzab ayat: 21).

Syukron.

Semoga bermanfaat dan marilah bersama-sama menjaga kesehatan agar dapat beribadah sepenuhnya kepada Allah SWT. 

“Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa alihi wasahbihi wassalim”




baca selengkapnya »»  

Manfaat Madu Murni bagi Wajah dan Jerawat


Berikut adalah 4 manfaat madu untuk kulit Anda, seperti dilansir dari detikHealth, antara lain:

1. Memelihara nutrisi kulit
Selain mengandung air dan gula alami, madu juga mengandung nutrisi untuk kulit, termasuk vitamin, mineral, dan asam amino. Madu juga menawarkan antioksidan yang kuat termasuk asam caffeic dan catechin yang menjaga tubuh dan kulit dari kerusakan oksidatif dan lingkungan.
Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda dapat mengonsumsi madu murni secara langsung atau dengan mencamourkannya pada makanan atau minuman.

2. Mengatur dan mempertahankan kelembaban kulit
Madu asli mampu menarik kelembaban alami dari udara ke dalam kulit dan menjaga kulit dari kekeringan. Produk kecantikan yang mengandung madu biasanya menjadi pilihan utama untuk semua jenis kulit, terutama orang dengan kulit berminyak untuk mencegah kulit tetap lembab dan sehat.

3. Menangkal bakteri penyebab jerawat dan menghilangkan noda bekas jerawat
Ketika madu diencerkan, komponen alaminya akan bereaksi dan membentuk hidrogen peroksida. Senyawa ini bertindak sebagai antiseptik untuk meningkatkan kekebalan kulit Anda dan menangkal bakteri yang dapat menyebabkan jerawat.

Madu juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang dapat membantu menyamarkan bekas jerawat dan membantu kulit Anda lebih cepat sembuh dari luka. Pilihlah produk kecantikan yang menawarkan khasiat madu di dalamnya.

4. Menyeimbangkan bakteri probiotik yang baik bagi tubuh dan kulit
Anda mungkin pernah mendengar kata probiotik, yaitu bakteri sehat yang ditemukan dalam yoghurt dan sebagainya. Probiotik adalah hal besar selanjutnya yang bermanfaat dalam perawatan kulit.

Jika Anda makan madu, Anda akan mendapatkan asupan karbohidrat kompleks khusus yang memelihara pertumbuhan bakteri probiotik yang sehat dalam sistem pencernaan. Madu juga akan membantu mengembalikan keseimbangan bakteri probiotik yang baik pada kulit jika Anda menggunakan produk kecantikan berbahan dasar madu di kulit Anda.

Bakteri baik pada kulit akan berkembang menjadi bakteri jahat karena pengaruh stres lingkungan dan tersumbatnya pori-pori. Pori-pori yang tersumbat akan menghambat sirkulasi oksigen, mendorong pertumbuhan bakteri jahat dan menyebabkan jerawat.

Madu akan menggagalkan bakteri jahat dan menyeimbangkan jumlah bakteri probiotik sehingga kulit tampak sehat bercahaya.

nah .... begitu luar biasa kan, nikmat yang telah diperuntukan bagi manusia ,maka lebih takjublah dengan yang menciptakan madu tersebut ...
Terima Kasih
baca selengkapnya »»  

Rufaidah binti Sa'ad, Perawat Islam Pertama



Sentuhan lembut penuh kemanusiaan menjadi penyemangat para mujahid yang teluka. Masa-masa peperangan di bawah kepemimpinan Rasulullah tak hanya melahirkan para lelaki Muslim yang tangguh. Tapi juga seorang mujahidah yang berada di tepi garis batas, Rufaidah binti Sa’ad.

Sosok Muslimah tersebut memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Pengabdiannya sangat besar saat Perang Badar, Uhud, dan Khandaq berkobar. Keahliannya di bidang ilmu keperawatan  membuat hatinya terpanggil sebagai sukarelawan bagi korban yang terluka akibat perang.

Dia juga mendirikan rumah sakit lapangan yang amat membantu para mujahid saat perang. Semangat Rufaidah membuat Rasulullah SAW pun memerintahkan agar para korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.

Keahlian Rufaidah menitis dari sang ayah yang berprofesi sebagai dokter. Sedari kecil dia seringkali membantu merawat orang sakit. Rufaidah lahir di Madinah. Dia termasuk kaum Anshar, golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Di saat Kota Madinah berkembang pesat, dia membangun tenda di luar Masjid Nabawi saat dalam keadaan damai.

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat. Kelompok ini mengambil peran penting dalam Perang Khibar. Mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut di garis belakang pertempuran serta merawat mujahid yang terluka.

Tercatat pula dalam sejarah saat Perang Khandaq, Sa’ad bin Mu’adz yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil/homeostatis. Momen ini dikenang sebagai awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.

Kelembutan hati Rufaidah nyatanya tak terbendung. Dia juga menaruh perhatian terhadap aktivitas masyarakat. Dia memberikan perawatan layanan kesehatan kepada anak yatim dan penderita gangguan jiwa. Kepribadian yang luhurnya ditunjukkan dengan pengabdian serta layanan yang baik bagi kaum papa tersebut.

Selanjutnya, seiring perkembangan kekhalifahan Islam, klasifikasi perkembangan dunia keperawatan dalam dunia Islam terbagi dalam:

1. Masa penyebaran Islam (The Islamic Period) 570 – 632 M. Pada masa ini keperawatan sejalan dengan perang kaum Muslimin/jihad (holy wars), pada masa inilah Rufaidah binti Sa’ad memberikan kontribusinya kepada dunia keperawatan.

2. Masa setelah Nabi (Post Prophetic Era) 632 – 1000 M. Masa ini setelah nabi wafat. Pada masa ini lebih didominasi oleh kedokteran dan mulai muncul tokoh-tokoh Islam dalam dunia kedokteran seperti Ibnu Sina (Avicenna), dan Abu Bakar Ibnu Zakariya Ar-Razi (Ar-Razi).

3. Masa pertengahan 1000 – 1500 M. Pada masa ini negara-negara di Jazirah Arab membangun rumah sakit dengan baik dan memperkenalkan metode perawatan orang sakit. Di masa ini mulai ada pemisahan antara kamar perawatan laki-laki dan perempuan dan sampai sekarang banyak diikuti semua rumah sakit di seluruh dunia.

4. Masa Modern ( 1500 – sekarang ). Pada masa inilah perawat-perawat asing dari dunia barat mulai berkembang. Saat itu, seorang perawat/bidan Muslimah pada tahun 1960 yang bernama Lutfiyyah Al-Khateeb mendapatkan Diploma Keperawatan di Kairo.

Menurut Prof D. Omar Hasan Kasule, Sr dalam studi “Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, Rufaidah adalah perawat profesional pertama di masa sejarah Islam.

Ia hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriyah/abad ke-8 Masehi. Kasule menggambarkannya sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah juga dikenal sebagai seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain.

Pengalaman klinisnya pun tak segan dia bagi pada perawat lain yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata. Namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah perawat dan pekerja sosial yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.

Rufaidah juga sebagai pemimpin dan pencetus sekolah keperawatan pertama di dunia Islam. Ia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan.

Dalam sejarah Islam tercatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti Ummu Ammara, Aminah binti Qays Al-Ghifariyat, Ummu Ayman, Safiyah, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Di masa sesudah Rufaidah, ada pula beberapa wanita Muslim yang terkenal sebagai perawat. Di antaranya Ku’ayibah, Aminah binti Abi Qays Al-Ghifari, Ummu Atiyah Al-Ansariyah, Nusaibah binti Ka’ab Al-Maziniyah, dan Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Indah Wulandari
STMIK Pringsewu

baca selengkapnya »»